Email anonfoto@gmail.com
Telepon 081808507977
Whatsapp 081808507977

Cara Menghasilkan Foto Bokeh Yang Maksimal

Di dunia fotografi, bokeh adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan kualitas visual area blur diluar titik fokus yang kesannya memisahkan subyek utama dari latar belakangnya. Secara visual, mata kita terpana saat melihat foto dengan subjek utama yang fokus dan tajam dengan background yang lembut, renyah dan cantik. Kenapa terpana? karena subjek utama jadi sangat menonjol sementara background yang blur nan creamy tadi memperkuat kesan dimensi dan kedalaman. Lantas bagaimana cara kita memperoleh foto bokeh setiap saat? berikut ini tips belfot:

1. Gunakan Lensa Dengan Aperture Yang Besar

Bokeh ditentukan oleh lensa, bukan kamera. Lensa dan optik di dalamnya yang menentukan kualitas bokeh yang dihasilkan foto. Jadi gunakan lensa dengan setting pada aperture terbesarnya. Untuk kamera DSLR dan mirrorless, kamu bisa menggunakan mode aperture priority di kamera, lalu set nomor f lensa di angka terkecil. Di lensa dengan spesifikasi f/2.8 misalnya, gunakan f/2.8, jangan gunakan f/4. Di lensa kit dengan spesifikasi rentang aperture f/3.5 – 5.6, gunakan di f/3.5.

Apa sih efek dari setting di atas? pada dasarnya dengan memperbesar aperture (menggunakan f terkecil), kita menyempitkan ruang fokus menjadi sangat tipis, sementara sisanya terlihat kabur dan di luar fokus.

 

2. Dekatkan Jarak Antara Lensa Dengan Subjek Foto

Semakin dekat jarakmu dengan subjek utama, makin blur backgroundnya. Kenapa bisa? karena saat subjek utama sangat dekat, titik fokus lensa akan makin dekat dan ruang tajamnya makin tipis. Mau coba dengan lensa di matamu? coba taruh jari telunjukmu di depan muka dan coba fokuskan pandangan pada jari tersebut. Lalu tarik jari telunjuk itu makin mendekati mata sambil tetap fokus, apa yang terjadi dengan backgorund di belakangnya? makin blur bukan!

Lensa foto bekerja dengan prinsip yang sama. Makin dekat subjek dengan lensa, makin blur background di belakangnya.

 

3. Jauhkan Subjek Utama Dengan Backgorund

Saat subjek foto terlalu dekat dengan background yang terlihat sibuk, bokeh yang dihasilkan akan terlihat jelek dan sibuk. Kenapa? karena background masih masuk dalam ruang fokus subjek yang masih terlihat tajam. Ruang tajam foto itu bergerak dari fokus ke blur secara berangsur-angsur, dengan gradasi, bukan melompat begitu saja. Jadi makin menjadu background dari titik fokus, makin lembut dan kabur background-nya. Coba lihat foto dedaunan ini. Titik fokus lensa ada di daun bagian depan, semakin di belakang daun (menjadu dari titik fokus), makin kabur daunnya terlihat.

 

4. Gunakan Zoom Terpanjang

Dengan jarak dari kamera sampai subjek foto sama, menggunakan lensa zoom di sisi terpanjangnya otomatis akan mengurangi ruang tajam lensa, jadi membuat background makin blur. Jadi saat kamu menggunakan lensa zoom 18-135mm, gunakan di 135mm. Saat menggunakan lensa 70-200mm, gunakan di 200mm dan seterusnya.

 

5. Gunakan Lensa Tele

Karena menggunakan panjang focal yang lebih panjang berarti mengurangi ruang tajam dan menambah blur background, otomatis menggunakan lensa yang lebih tele membantu kita mencapai bokeh yang lebih bagus. Dengan asumsi kualitas optik yang sama tentunya.

 

6. Gunakan Lensa Tercepat Yang Kamu Punya

Kalau kamu terobsesi ingin bokeh yang sempurna, cobalah memotret dengan lensa pabrik bokeh seperti lensa 50mm f/1.2, atau 85mm f/1.4 atau 135mm f/2 atau 70-200mm f/2.8 saat dipakai di 200mm. Kalau lensa-lensa ini berasa terlalu eksotik dan tidak terjangkau budget gunakan alternatifnya yang lebih murah: 50mm f/1.8, 85mm f/1.8 atau lensa jadul manual dengan spesifikasi yang mirip (hint: search google dengan Helios 44). Tapi hati-hati, terlalu banyak bokeh bisa membuatmu…. ah sudahlah.

 
 
[gallery-post]